Gangguan Pada Sistem Pencernaan  Manusia yang Sering Terjadi Di Bulan Puasa

By Categories : Penyakit

Gangguan pada sistem pencernaan manusia memang sering dialami oleh banyak orang, terutama di bulan puasa. Hal ini disebabkan pada bulan puasa sistem pencernaan akan berdaptasi dengan  pola makan yang berubah. Nah bagi Anda yang memang sering mengalami hal ini, kali ini akan menjelaskan mengenani macam-macam gangguan atau masalah pada sistem pencernaan  manusia yang  biasa terjadi pada bula puasa lengkap dengan cara mengatasinya.

Seperti yang kita ketahui saat bulan Ramadhan jam dan frekuensi  makan menjadi dua kali yaitu pada sahur dan berbuka. Jika seseorang menerapkan pola makan sehat dengan mengonsumsi makanan bernutrisi pastinya berat badan yang ia miliki dapat turun sampai lebaran tiba. Namun tak jarang ada pula seseorang yang melakukan aksi ‘balas dendam’ ketika  berbuka puasa.

Hal tersebut tentunya tidak hanya dapat menyebabkan kenaikan berat badan yang berlebih, terbiasa kalap dan balas dendam saat buka puasa juga dapat menyebabkan berbagai macam masalah pada sistem pencernaan. Jika tidak segera dicegah pencernaan yang terganggu tentu saja dapat membuat puasa Anda terganggu. Lalu masalah apa saja yang sering menganggu sistem pencernaan ketika bulan puasa?gangguan pencernaan

Menurut dr Epistel P. Simatupang, SpPD dari Siloam Hospital Kebon Jeruk ada beberapa masalah pencernaan yang tidak dapat dihindari jika Anda melakukan pola makan yang salah. Untuk lebih jelasnya berikut penjelasannya lengkap dengan bagaimana cara mengatasinya.

Inilah Gangguan Pada Sistem Pencernaan Manusia dan Cara Mengatasinya

Konstipasi atau Sembelit

Yang pertama adalah konstipasi atau sembelit. Sudah dijelaskan tadi bahwa sistem pencernaan tubuh akan menyesuaikan atau beradaptasi, sebab jika tidak puasa kita terbiasa makan 3 kali dalam setiap harinya. Namun ketika puasa perut akan dalam kondisi kosong kurang lebih 14 jam. Hal ini tentu saja dapat menyebabkan seseorang susah buang air besar dalam setiap harinya.

Menurut dr Epistel, minum air putih 6 sampai 8 gelas sehari dan mengonsumsi makanan tinggi serat ketika sahur dan berbuka puasa merupakan cara ampuh untuk mengatasi masalah konstipasi atau sembelit.

Baca juga bahaya tidur setelah makan sahur untuk kesehatan dan cara mengatasinya

Mual hingga Muntah

Guna untuk memuaskan nafsu makan, banyak orang yang kalap dan terlalu banyak makan ketika buka puasa. Dan parahnya lagi diantara mereka tak jarang akan langsung pergi tidur karena kekenyangan, bangun di siang hari dan melewatkan makan sahur. Hal ini tentu saja pola makan tidak sehat yang sebaiknya dihindari. Sebab saat tidur metabolisme tubuh pun akan ikut melambat, kinerja sistem pencernaan pun semaksimal ketika kita sedang terjaga.

Tak hanya itu saja jarang sahur juga dapat menyebabkan perut kosong di siang hari dan asam lambung naik. Untuk mengatasi hal ini pastikan Anda berbuka puasa dengan porsi yang seimbang dan jangan pernah melewatkan sahur. Anda bisa menambahkan makanan berserat agar perut kenyang lebih lama di siang hari.

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Hal ini juga sering dialami oleh hampir setiap orang ketika bulan puasa. Umumnya gangguan pencernaan pada manusia yang satu ini disebabkan oleh beberapa hal mulai dari buka puasa yang sering telat hingga setelah makan langsung tidur. Akibatnya asam lambung penuh dan makanan naik ke kerongkongan. Gejala utama dari Gastroesophageal Reflux Disease  ialah nyeri pada ulu hati dan dada terasa panas.

Lantas bagaimana cara mengatasinya? Cara mengatasinya terbilang cukup mudah yaitu dengan menghindari makan yang berlebihan, hindari makanan yang mengandung lemak tinggi serta kafein. Dan biasakan jangan tidur setelah makan. Jika ingin tidur, sebaiknya berikan jeda 2 hingga 3 jam setelah makan. Hal ini cukup efektif untuk mencegah GERD.gangguan pada sistem pencernaan manusia

Kembung

Masalah pada sistem pencernaan berikutnya adalah terjadinya kembung. Sama seperti masalah lainnya, kembung juga disebabkan karena makan dan minum yang kebanyakan. Di lambung, cairanlah yang pertama kali diturunkan ke usus kecil setelah itu lambung akan mengeluarkan enzim dan asam.

Ketika proses tersebut belum selesai akan tetapi ditambah minum lagi maka pencernaan pun akan kembali melambat. Hal inilah yang menyebabkan perut terasa begah dan kembung. Selain itu Anda juga sebaiknya menghindari beberapa makanan penyebab perut kembung seperti kol, brokoli, kubis, kale, kacang-kacangan, makanan berminyak, minuman bersoda dan lainnya.

Diare

Ketika puasa sistem pencernaan kita tentunya akan terkejut karena pola makan yang berubah. Hal ini juga dapat menyebabkan diare. Ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari seperti mengonsumsi makanan berlemak terlalu banyak. Sebab lemak yang Anda konsumsi justru sulit dicerna. Sehingga tak hanya dapat menyebabkan diare saja, makanan berlemak juga dapat menyebabkan gangguan lainnya. untuk mengatasinya, pastikan Anda menerapkan pola makan seimbang sehat dan secukupnya.

Nah itulah beberapa gangguan pada sistem pencernaan manusia yang sering terjadi di bulan puasa.

loading...