Mengenal Ciri-Ciri Anak Hiperaktif dan Cara Mengatasinya

By Categories : Penyakit

Anak atau keturunan dengan memiliki fisik dan spikis sempurna meruapakan dambaan setiap orang tua. Namun, tidak jarang kita temui anak-anak yang memiliki ketidaksempurnaan baik secara fisik maupun spikis. Hal ini tentu sangat mengkhawatirkan bagi orang tua yang memiliki anak yang memiliki kekurangan tersebut, selain itu banyak upaya yang mereka lakukan untuk mengurangi bahkan berniat untuk menyempurnakan kondisi anak mereka agar terlihat seperti anak pada umumnya.

Anak Hiperaktif

Kita mungkin pernah mendengar istilah hiperaktif atau merupakan sebuah kelainan terhadap gangguan spikis atau tingkah laku berlebihan yang berbeda dengan anak pada umumnya. Selain itu hiperaktif juga mempengaruhi terhadap fisik anak tersebut. Pengertian lain dari hiperaktif adalah istilah yang mengambarkan prilaku tidak tenang yang dipopulerkan dengan istilah Attention Deficit Hyperaktivity Disorder (ADHD) yang artinya adalah gangguan pemusatan perhatian dengan hiperaktif. Jadi kesimpulannya hiperaktif merupakan tingkah laku yang berlebihan yang tidak terkontrol dan tidak terarah.

Ciri-ciri Anak Hiperaktif

Secara umum ciri-ciri atau gejala fisik anak hiperaktif adalah alergi shiner atau lingkaran hitam di bawah mata atau yang sering kita sebut dengan mata panda, mengalami gangguan tidur, muncul alergi (eksim, gatal-gatal dan asma). Selain itu sering mengalami gangguan pencernaan seperti sembelit, sering merasakan sakit kepala dan kaki terasa sakit ketika di malam hari.

Sedangkan untuk ciri-ciri atau gejala psikis atau sifat anak hiperaktif secara umum memiliki sifat yang sangat agresif, tidak dapat tenang, sulit untuk bergaul dengan teman sebayanya, sulit untuk berkonsentrasi,dan lain sebagainya.

Faktor Penyebab Hiperaktif

  • Faktor Neurologik

Untuk faktor penyebab yang pertama disebabkan oleh insiden hiperaktif lebih beresiko kepada bayi yang mengalami proses persalinan yang lama, distress fetal, dan persalinan dengan cara ekstraksi forcep. Selain itu juga disebabkan karena bayi lahir dengan berat badan kurang, ibu hamil terlalu muda, ibu yang merokok dan minun alkohol.

  • Faktor Genentik

Faktor genetik atau keturunan memang merupakan salah faktor yang banyak dialami pada anak hiperaktif. Kemungkinan 25-35% dari orang tua dan saudara yang memiliki riwayat hiperaktif akan diturunkan kepada anaknya kelak.

  • Faktor Toksin

Untuk faktor ini disebabkan oleh faktor makanan yang banyak mengandung bahan kimia dan suplai yang setiap harinya mempengaruhi fungsi anak sehingga berdampak pada pengindraan, perasaan dan tindakan.

Cara Mengatasi Hiperaktif

  • Sebagai orang tua tentunya menginginkan kondisi anaknya yang sempurna, maka untuk mewujudkan keinginan Anda, segera periksakan dengan cara berkonsultasi mengenai masalah yang sedang anak Anda alami kepada seseorang yang memang sudah ahli dalam bidangnya.
  • Selalu memberi perhatian, bukan hanya memeriksakan ke dokter saja melainkan Anda juga harus memberikan perhatian yang lebih dibandingkan anak normal pada umumnya. Hal ini bertujuan agar dapat membangkitkan rasa kepercayaan diri, mengenali arah minatnya dan lainnya.
  • Menurut Dr. Mary Go Setiawani (2000: 137-141), mengatakan bahwa mengatasi hipertensi juga diperlukan asupan gizi seperti memberikan makanan seperti sayuran, yogurt, kacang-kacangan, sereal sehat dan buah-buahan.

Nah itulah beberapa penjelasan mengenai ciri-ciri anak hiperaktif dan cara mencegahnya. Baca juga artikel tentang Ciri-ciri anak autis.

ciri anak hiperaktif - ciri ciri anak hiperaktif - pengertian hiperaktif - ciri bayi hiperaktif - hiperaktif adalah - hiperaktif - anak hiperaktif - ciri ciri anak hiperaktif dan cara mengatasinya - ciri2 anak hiperaktif - ciri ciri bayi hiperaktif - ciri-ciri anak hiperaktif - tanda anak hiperaktif - mengatasi anak hiperaktif - cara mengatasi anak yang hiperaktif - pengertian hiper aktif -