Penyebab, Gejala dan Jenis Penyakit Thalasemia

By Categories : Penyakit

Setiap orang pastinya ingin memiliki tubuh sehat dan bugar dalam setiap harinya. Ini karena kesehatan yang kita dapatkan tidak bisa dibeli dengan uang. Akan tetapi meskipun sudah bekerja keras menjaga kesehatan tubuh Anda jika dalam tubuh sudah memiliki gen penyakit keturunan maka kita tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mencegah dan memberikan perawatan yang intensif. Salah satu penyakit keturunan yang perlu Anda ketahui adalah thalasemia.

Penyakit Thalasemia

Thalasemia merupakan penyakit turun menurun di mana penyakit ini akan menyerang sistem produksi hemoglobin dan eritosit. Sehingga seseorang yang menderita thalasemia ditandai dengan rendahnya kadar hemoglobin (Hb). Hal ini dikarenakan adanya gangguan kemampuan tubuh memproduksi sejenis protein yang disebut “rantai globin”.

Setiap harinya penderita thalasemia selalu membutuhkan transfusi darah untuk bertahan hidup. Jika tidak mendapatkan transfusi darah maka akan terjadi akibat yang sangat fatal dan dapat mengancam jiwa. Dan biasanya, transfusi darah yang dilakukan oleh penderita thalasemia harus sesuai dengan jenis thalasemia yang diderita

Penyakit ini biasanya diturunkan oleh salah satu orang tua yang mengidap penyakit tersebut. Untuk lebih jelasnya berikut adalah penyebab, gejala dan jenis penyakit thalasemia.

Mengenal penyakit thalasemia

Penyebab thalasemia

Satu-satunya penyebab penyakit ini adalah adanya gen cacar yang diturunkan oleh salah satu orang tua yang mengidap penyakit tersebut. Cara efektif untuk mendiagnosis penyakit ini adalah dengan cara pemeriksaan hemoglobin khusus atau berdasarkan pola herediter.

Gejala thalasemia

Pada umumnya gejala atau tanda yang muncul tergantung pada jenis dan tingkat keparahan thalasemia. Akan tetapi berikut adalah gejala thalasemia secara umum:

  • Penyakit kuning
  • Pertumbuhan lambat
  • Mudah lelah dan sering sesak napas
  • Mudah marah
  • Urine berwarna gelap
  • Perut membengkak
  • Pucat

Nah itulah beberapa penyebab dan gejala thalasemia. Lantas apa saja jenis thalasemia yang sering diderita oleh seseorang? Berikut ulasannya!

Jenis penyakit thalasemia

  • Thalasemia alfa minor
    Yang pertama adalah thalasemia alfa minor. Penyakit ini terjadi karena adanya dua gen yang mengatur produksi protein berjenis alfa globin yang mana jenis tersebut mengalami kelainan. Thalasemia jenis ini umumnya dimiliki oleh wanita yang memiliki latar belakang penyakit anemia. Meskipun ini jenis thalasemia ringan akan tetapi penyakit ini juga dapat diturunkan pada anak cucu mereka. Keuntungan dari penyakit thalasemia jenis ini adalah tidak memerlukan transfusi darah, hanya saja ia harus mengonsumsi makanan bergizi untuk menunjang kesehatan tubuh.
  • Thalasemia alfa mayor
    Yang kedua adalah thalasemia alfa mayor. Jenis penyakit thalasemia yang satu ini umumnya terjadi pada bayi sejak masih di dalam kandungan. Dalam kondisi ini seseorang tidak memiliki gen produksi protein globin sama sekali. Dan kondisi inilah yang menyebabkan janin mengalami thalasemia yang sangat parah. Sehingga bayi harus mendapatkan transfusi darah sejak dalam kandungan agar tetap sehat. Tak hanya itu, thalasemia alfa mayor akan menyerang organ jantung pada janin serta penimbunan cairan pada tubuh janin. Biasanya thalasemia jenis ini akan membuat janin mengalami kematian.
  • Thalasemia beta minor
    Selanjutnya adalah thalasemia beta minor sama halnya dengan thalasemia alfa minor, jenis ini pun tidak terlalu parah. Efek dari penyakit ini pun relatif kecil seperti mengalami anemia dan juga tidak normalnya sel darah merah. Jika dibandingkan dengan jenis thalasemia lainnya, thalasemia beta minor tidak perlu melakukan transfusi darah. Cara mengontrolnya hanya dengan menjaga pola makan yang kaya akan zat besi dan kalsium.
  • Thalasemia beta mayor
    Dari beberapa jenis thalasemia yang ada di atas, jenis thalasemia beta mayor adalah jenis yang paling parah. Apabila bayi yang dikandung lahir dengan selamat, biasanya bayi tersebut akan mengalami pengembangan tanda atau gejala thalasemia serta sering mengalami sakit dalam usia 1 hingga 2 tahun. Sehingga hal ini tentu saja dapat menyebabkan sirkulasi zat gizi tidak lancar dan pertumbuhan serta perkembangan bayi terganggu. Tak hanya itu saja, seseorang yang menderita jenis thalasemia ini harus melakukan transfusi darah terus menerus.

Pengobatan Thalasemia

Pengobatan paling umum yang biasa dilakukan penderita thalasemia adalah melakukan transfusi darah. Akan tetapi transfusi darah yang dilakukan secara terus menerus dapat menyebabkan penumpukan zat besi pada organ tubuh yang sangat vital, seperti jantung, hati dan juga kelenjar endokrin yang akhirnya hal ini akan membuat fungsi organ mengalami kerusakan.

Untuk menyingkirkan zat besi yang berlebih dalam tubuh maka harus diberikan suntikan pemberian obat thalasemia desferrioxamine. Pemindahan sumsum tulang bisa didapatkan dari pendonor yang berasal dari keluarga. Akan tetapi cangkok sumsum tulang belakang ini biasanya akan memiliki resiko yang cukup tinggi dan berbahaya.

Nah itulah beberapa penyebab, gejala, jenis penyakit thalasemia serta cara pengobatannya. Yang perlu diketahui adalah hingga saat ini belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Akan tetapi untuk mengatasi penyakit thalasemia biasanya dilakukan cara umum seperti transfusi darah, mengonsumsi suplemen folat dan lainnya. Baca juga artikel mengenai Penyebab dan gejala penyakit anemia.

ciri-ciri penyakit thalasemia - penyakit thalasemia - penyebab thalasemia pada anak - gambaran promosi kesehatan tentang penyakit talasemi - gejala penyakit thalasemia - kenapa penyakit thalasemia harus transfusi darah terus? - jenis jenis penyakit thalasemia - Gejala Talasemia - gejala penyakit talasemi - gangguan pada ginjal pada penyakit thalasemia - gangguan apa yang terjadi pada rantai globin sehingga muncul penyakit talasemia - gambaran promosi kesehatan tentang penyakit thalasemia - etiologi talasemia pada anak - www demam pada pnderita talasemia com - ciri ciri penyakit thalasemia pada bayi -